PEDOMAN AKADEMIK

PEDOMAN AKADEMIK

Berdasarkan SK STAIMS Yogyakarta

Nomor 66 Tahun 2010

Disusun oleh Tim :

Drs. H. Sayuti, M.Pd (Penanggungjawab)

Drs. Rifai Abubakar, MA (Ketua)

Azis Abdullah, S.Ag., MA (Sekretaris)

Dailatus Syamsiyah, S.Ag., M.Ag (Anggota)

Dra. Hj. Sutinah, M.Pd (Anggota)

Muhamad Syahidin, S.Ag., M.Si (Anggota)

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM

MASJID SYUHADA

YOGYAKARTA

2010

SAMBUTAN KETUA

Alhamdulillah dengan usaha yang sungguh-sungguh tim telah menyelesaikan penyusunan pedoman akademik STAIMS Yogyakarta yang menjadi pedoman bagi pimpinan, karyawan, dosen dan para mahasiswa dalam melaksanakan tugas masing-masing.

Kepada tim dihaturkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya semoga menjadi amal kebaikan yang mendapat ganjaran dari Allah SWT.

Yogyakarta, 21 Januari 2010

Ketua STAIMS

Drs. H. Sayuti, M.Pd

 

 

 

DAFTAR ISI

 

Kata Sambutan Ketua

BAB I     PERKEMBANGAN STAIMS ………………….………..  5

A.    Awal Berdirinya ………………………….…………..  5

B.     Pengakuan Pemerintah …………………….…………  5

C.     Keunikan dan Nilai Plus ………………………………  7

D.    Periodesasi Kepemimpinan …………………………..  8

E.     Organisasi …………………………………………….11

BAB II   PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN ……………..…….18

A.    Kurikulum …………………………………………….18

B.     Mata Kuliah …………………………………….……. 19

C.     Program Studi ………………………………………….20

BAB III  JENJANG JABATAN, PANGKAT DAN TUGAS POKOK

DOSEN …………………………………………………….34

A.    Jenjang Jabatan dan Pangkat …………………………..34

B.     Ringkasan Tugas Pokok Dosen Menurut Jabatan ……..35

C.     Ekuivalen Tugas-tugas Dosen …………………………37

D.    Pedoman Satuan Kredit Semester …………………….42

BAB IV  SISTEM ADMINISTRASI AKADEMIK …………………58

A.    Pendaftaran Mahasiswa Baru …………………………58

B.     Pendaftaran Ulang Mahasiswa Baru ……….…………58

C.     Pendaftaran Mahasiswa Lama …………………………58

D.    Cuti Akademik ……………………………….………..59

E.     Mahasiswa Pindahan ………………………………….60

F.      Mahasiswa Pendengar …………………………………60

G.    Teknik Pengambilan KRS …………………………….60

H.    Jadual kegiatan Akademik ……………………………61

I.       Jadual Kuliah …………………………………………61

J.       Kuliah dan Presensi …………………………………..62

K.    Kartu Hasil Studi ……………………………………..62

L.     Predikat Kelulusan ……………………………………63

M.   Wisuda ………………………………………………..63

N.    Ijazah …………………………………………………64

O.    Tata Tertib Perkuliahan ………………………………64

P.      Tata Tertib Ujian ……………………………………..65

Q.    Perpustakaan ………………………………………….66

BAB V   KEMAHASISWAAN …………………………..…………70

A.    Hak, Tugas dan Kewajiban Mahasiswa ………………..70

B.     Pembinaan dan Pengembangan Kemahasiswaan ………72

C.     Kode Etik Mahasiswa …………………………………74

 

 

 BAB I

PERKEMBANGAN STAIMS

A.    Awal Berdirinya

Latar belakang berdirinya STAIMS diawali dengan nama lembaga yang diberinama Universitas Rakyat Pendidikan Tinggi Masjid Syuhada (UNRA PTMS), pada tahun 1961, yang saat itu adalah masa jayanya Partai Komunis Indonesia (PKI). Pada awalnya pendidikan berlangsung melalui kuliah-kuliah subuh yang berlangsung di Masjid Syuhada Yogyakarta.

Setelah berjalan beberapa waktu, pelaksanaan pendidikan meningkat menjadi semi formal. Tanggapan masyarakat cukup tinggi, terbukti dengan tidak tertampungnya peserta di ruang kuliah di Masjid Syuhada, sehingga mereka berada diluar ruang kampus Masjid Syuhada.

Bagi pengelola kondisi tersebut merupakan kebanggaan sekaligus tantangan. Selanjutnya para pengelola mengajukan peningkatan status ke Departemen Agama. Saat itu kepemimpinan dijabat oleh Prof. Taib Thahir Abd. Muin (alm). Nama yang dipakai dalam usulan ini adalah FID Institut Dakwah Masjid Syuhada (IDMS).

B.     Pengakuan Pemerintah

Usulan untuk mendapatkan pengakuan dari pemerintah melalui Departemen Agama mendapatkan hasil dengan keluarnya Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor : 70/1968, tanggal 16 April 1968, pimpinan pada waktu mengajukan usulan itu dijabat oleh GBPH Prabuningrat. Kemudian tahun 1988 Institut Dakwah Masjid Syuhada berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Masjid Syuhada (STIDMS) dan mendapat status TERDAFTAR sesuai dengan SK Menteri Agama RI No. 219, tanggal 1 Desember 1988 dengan program Strata Satu ( S 1).

Proses selanjutnya dilakukan usulan untuk mendapatkan status DIAKUI dan memperoleh hasil dengan keluarnya SK Menteri Agama RI Nomor 171 Tahun 1991, tertanggal 6 Agustus 1991 dengan Jurusan Penerangan dan Penyiaran Agama (PPA), dengan pengembangan kampus di Jalan Pringgokusuman No 12 Yogyakarta.

Pada tahun 1996 Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Masjid Syuhada (STIDMS) bermusyawarah dengan pengurus Yayasan Masjid dan Asrama (YASMA) Syuhada untuk menambah jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) dan merubah nama menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Masjid Syuhada (STAIMS). Pada saat diusulkan akreditasi ke Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi, STAIMS Yogyakarta memperoleh status sebagai berikut:

1.      Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) TERAKREDITASI dengan predikat B (mandiri).

2.      Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) TERAKREDITASI C (mandiri).

Perkembangan selanjutnya pada tahun 2003 STAIMS melakukan kerjasama dengan Wanita Islam Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk membuka Program Studi Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak Islam (PGTKI) dengan jenjang Diploma II (D II). Kondisi masyarakat yang ingin segera mendapatkan bekal untuk bertugas/bekerja ternyata terbukti dengan banyaknya warga masyarakat yang mengikuti program studi PGTKI tersebut, sehingga Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta juga melakukan kerjasama dengan STAIMS dalam hal Pendidikan Agama Islam dengan Surat Keputusan Bersama.

C.    Keunikan dan Nilai Plus

Selain faktor tersebut di atas yang menjadi pendorong lahirnya STAIMS, ada pula beberapa faktor yang menarik untuk dikemukakan yaitu:

1.      Masjid Syuhada yang menaungi STAIMS merupakan monumental historis, didirikan untuk mengenang jasa para pahlawan atau syuhada yang telah gugur demi membela kebenaran dan mempertahankan kemerdekaan Negara Republik Indonesia.

2.      Peralihan nama dari UNRA PTMS ke FID IDMS bertepatan dengan peristiwa Yogya Kembali pada tanggal 29 Juni 1961 dan semangat ini yang selalu menapasi derap langkah perjuangan STAIMS dalam mengabdikan diri kepada Bangsa dan Negara.

3.      STAIMS pernah memiliki seorang Rektor yang menjabat dua periode yakni GBPH Prabuningrat (Almarhum) yang selama masa perjuangannya sebagai mujahid dengan ikhlas mengabdikan dirinya untuk menegakkan amar makruf nahi munkar melalui Masjid Syuhada, adalah seorang figur pemimpin yang langka ditemukan. Semangat inilah yang dijadikan contoh tauladan bagi civitas akademika STAIMS.

4.      Di dunia Islam hanya ada dua Negara yang mempunyai Perguruan Tinggi Islam di bawah naungan masjid yang salah satunya ada di Indonesia, yaitu STAIMS yang berada di bawah naungan Yayasan Masjid dan Asrama Syuhada (YASMA). Oleh karena itu STAIMS merupakan pelopor pertama bagi lahirnya berbagai Perguruan Tinggi Islam di lingkungan masjid di Indonesia. Sebuah perpaduan yang unik, tetapi anggun untuk melahirkan peradaban yang humanis bagi generasi mendatang.

D.    Periodesasi Kepemimpinan

1.      Periode Tahun 1962 – 1965

Rektor        : Prof. Taib Thahir Abd. Mu’in (Alm)

Dekan         : Drs. Wiji Saksono (Alm)

Wakil          : Drs. Salahuddin Sanusi

2.      Periode Tahun 1965 – 1968

Rektor        : Moh. Saleh Widisastra (Alm)

Dekan         : Drs. Talhas

Wakil          : Drs. Abdurahman Musa

3.      Periode Tahun 1968 – 1982

Rektor        : GBPH Prabuningrat (Alm)

Dekan         : Drs. H.M. Husein Yusuf (Alm)

Wakil          : Drs. Habdja

Wakil          : Drs. Marzuki Rasyid

4.      Periode Tahun 1982 – 1986

Dekan         : Drs. M. Masyhuri HN

Wakil          : Drs. RMA. Hanafi

5.      Periode Tahun 1986 – 1990

Dekan         : Drs. M. Masyhuri HN

Wakil          : Drs. RMA. Hanafi

6.      Periode Tahun 1990 – 1992

Ketua                         : Drs.  M. Masyhuri HN

Pembantu Ketua I      : Drs. RMA. Hanafi

Pembantu Ketua II    : Drs. Djawal Sholihin

Pembantu Ketua III   : Drs. Rifa’i Abubakar

7.      Periode Tahun 1992 – 1994

Ketua                         : Drs. H. M. Masyhuri HN

Pembantu Ketua I      : Drs. Rifa’i Abubakar

Pembantu Ketua II    : Drs. H. RMA. Hanafi

Pembantu Ketua III   : Drs. Djawal Sholihin

8.      Periode Tahun 1994 – 1997

Ketua                         : Drs. H. Djawal Sholihin

Pembantu Ketua I      : Drs. Rifa’i Abubakar

Pembantu Ketua II    : Drs. H. Ridwan Usman

Pembantu Ketua III   : Drs. Ishak H. Ibrahim (Alm) dan

dilanjutkan oleh Drs. Daliman

9.      Periode Tahun 1998 – 2001

Ketua                         : Drs. H. RMA. Hanafi

Pembantu Ketua I      : Drs. H. Mundzirin Yusuf

Pembantu Ketua II    : Drs. H. Ridwan Usman

Pembantu Ketua III   : Azis Abdullah S.Ag

10.  Periode Tahun 2002 – 2006

Ketua                         : Drs. H. RMA. Hanafi

Pembantu Ketua I      : Drs. H. Sayuti, M.Pd

Pembantu Ketua II    : M. Syahidin, S.Ag., M.Si

Pembantu Ketua III   : Dra. Sutinah, M.Pd

11.  Periode Tahun 2008 – 2012

Ketua                         : Drs. H. Sayuti, M.Pd

Pembantu Ketua I      : Drs. Rifa’i Abubakar, MA

Pembantu Ketua II    : M. Syahidin, S.Ag., M.Si

Pembantu Ketua III   : Dailatus Syamsiyah, S.Ag., M.Ag

E.     Organisasi

Pada periode 2008-2012, kepemimpinan Sekolah Tinggi Agama Islam Masjid Syuhada (STAIMS) Yogyakarta, terdiri dari:

1.    Ketua

a.  Ketua bertanggung jawab kepada ketua Senat STAIMS dan   YASMA Syuhada.

b. Dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari, Ketua dibantu oleh 3 (tiga) orang Pembantu Ketua.

c.  Ketua mempunyai tugas memimpin, penyelenggaraan pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat, membina tenaga kependidikan, mahasiswa dan tenaga administrasi.

d.                  Ketua STAIMS dapat mengusulkan kurikulum lokal  yang  disesuaikan dengan kebutuhan atas persetujuan Senat

e.  Ketua STAIMS berkewajiban menyelenggarakan rapat dosen sekurang-kurangnya 1 (satu)   kali dalam setahun.

 

 

 

2.   Pembantu Ketua

a.       Pembantu Ketua I  bidang pendidikan dan pengajaran mempunyai tugas membantu Ketua dalam memimpin pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran.

Untuk melaksanakan tugas tersebut, Pembantu Ketua I mempunyai fungsi penilikan dan pengkoordinasian sebagai  berikut  :

1)  Perumusan konsep rencana dan program kerja bidang

pendidikan dan pengajaran.

2)  Pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pengajaran.

3) Pembinaan tenaga dosen.

4)  Perencanaan dan pelaksanaan kerja sama pendidikan dan

pengajaran.

5)  Pengelolaan data pendidikan dan pengajaran.

6)  Pelaksanaan penilaian prestasi dan proses penyelenggaraan

kegiatan dan penyusunan laporan.

7) Pembinaan dan Penyelenggaraan Perpustakaan.

Untuk melaksanakan hal tersebut, Pembantu Ketua I

mempunyai tugas sebagai berikut:

1)                  Mengatur pelaksanaan kuliah.

2)      Mengatur pelaksanaan ujian masuk mahasiswa baru,  ujian tengah semester dan pelaksanaan ujian semester.

3)      Mengatur pembinaan tenaga pengajar.

4)      Menyusun pelaksanaan perhitungan indek prestasi.

5)      Menyusun daftar tenaga pengajar dan pendistribusian nilai.

6)      Mencatat kemajuan belajar siswa.

7)      Mendokumentasikan nilai mahasiswa.

8)      Menyusun jadwal kuliah.

9)      Mengatur  ruang kuliah.

10)  Mengatur perubahan jadwal kuliah.

11)  Mengatur Dosen Penasehat Akademik.

12)  Mengatur pelaksanaan wisuda sarjana.

13)  Melakukan pengembangan Silabi.

14)  Memasukkan nilai ke dalam buku nilai dan KRS.

15)  Mengumpulkan, mengolah dan melaporkan data pendidikan dan pengajaran.

16)  Mengatur penulisan skripsi.

17)  Mempertimbangkan judul skripsi mahasiswa.

18)  Menetapkan dosen pembimbing.

19)  Mengatur pelaksanaan seminar dan munaqashah.

b. Pembantu Ketua II (bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan Kerjasama) mempunyai tugas membantu Ketua dalam memimpin pelaksanaan kegiatan penelitian,  pengabdian masyarakat dan kerjasama.

Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, Pembantu Ketua II mempunyai fungsi sebagai berikut:

1) Perumusan konsep dan rencana kerja penelitian dan

Pengabdian kepada masyrakat.

2)      Pelaksanaan pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

3)      Perencanaan dan pelaksanaan kerja sama penelitian kepada masyarakat.

4)      Pengelolaan data penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

5)      Merumuskan konsep dan  pelaksanaan  kerjasama

Untuk melaksanakan fungsi tersebut, Pembantu Ketua II mempunyai uraian tugas sebagai berikut :

1) Mengatur pelaksanaan penelitian mahasiswa dan Dosen.

2)      Mengatur pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat.

3)      Mengatur pembinaan tenaga peneliti.

4)      Mengatur pelaksanaan pembinaan dosen peneliti dan pembimbing lapangan KKN.

5)      Mengatur pelaksanaan administrasi bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

6)      Mengumpulkan, mengolah dan melaporkan data hasil pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama

c. Pembantu Ketua III (Bidang Administrasi Umum,  Kemahasiswaan dan Alumni ) mempunyai tugas membantu Ketua dalam memimpin pelaksanaan kegiatan administrasi umum,  Kemahasiswaan dan Alumni.

Untuk menyelenggarakan hal tersebut, Pembantu Ketua III mempunyai tugas sebagai berikut:

1)     Perumusan konsep dan rencana kerja bidang administrasi

umum dan kemahasiswaan.

2)     Pengelolaan kepegawaian.

3)      Pengelolaan perlengkapan.

4)      Pengelolaan kerumahtanggaan, pemeliharaan, ketertiban, dan keamanan lingkungan.

5)      Pengurusan ketatausahaan.

6)      Penyelenggaraan hubungan masyarakat.

7)      Pengelolaan data administrasi umum dan kemahasiswaan.

8)      Pelaksanaan pembinaan mahasiswa.

9)      Pelaksanaan usaha kesejahteraan mahasiswa dan usaha bimbingan dan penyuluhan bagi mahasiswa.

10)  Pelaksanaan usaha pengembangan yang kondusif dan pelaksanaan diprogramkan.

11)  Penciptaan iklim pendidikan yang kondusif dan pelaksanaan program pembinaan, pemeliharaan kesatuan dan persatuan bangsa.

12)  Melakukan  komunikasi  dan   koordinasi  dengan pihak yang bekerjsama

Untuk melaksanakan hal tersebut, Pembantu Ketua III mempunyai tugas sebagai berikut:

1)      Mengatur rencana kebutuhan belanja untuk membiayai seluruh

kegiatan.

2)      Mengusulkan kebutuhan belanja yang diperlukan kepada Ketua untuk memperoleh persetujuan.

3)      Mengatur rencana dan atau pelaksanaan pengelolaan anggaran sesuai dana yang tersedia.

4)      Mengatur pertanggungjawaban pengelolaan anggaran.

5)      Mengatur pembinaan pegawai.

6)      Mengatur daftar pegawai dan dosen yang berkaitan dengan kenaikan gaji berkala dan kenaikan gaji atas dasar kepangkatan dan jabatan Tenaga Pengajar.

7)      Mengatur dan menyalurkan kesejahteraan pegawai.

8)      Mengatur daftar kebutuhan perlengkapan STAIMS.

9)      Mengajukan daftar kebutuhan perlengkapan STAIMS.

10)  Mengatur penggunaan dan melaporkan keadaan perlengkapan.

11)  Mengatur dan memeliharan kebersihan, keindahan, dan perlengkapan.

12)  Mengatur tata  ruang kampus.

13)  Mengatur tempat-tempat upacara, urusan keprotokolan.

14)  Mengatur kegiatan ketatausahaan, dan kegiatan kearsipan.

15)  Mengatur urusan dokumentasi dan publikasi.

BAB II

PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN

 

A.    Kurikulum

Dalam melaksanakan perkuliahan STAIMS menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS). Setiap tahun ajaran (tahun akademik) dibagi menjadi dua semester; semester gasal dan semester genap. Berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa disebutkan bahwa kurikulum Pendidikan Tinggi harus didasarkan pada pendekatan kompetensi program studi yang berorientasi internasional dan globalisasi. Sedangkan menurut Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi disebutkan bahwa kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu.

Kurikulum yang mengembangkan kompetensi terdiri dari :

1.      Kompetensi utama yang bersifat dasar untuk mencapai kompetensi lulusan, acuan baku minimal mutu penyelenggaraan program studi, berlaku secara nasional dan internasional, lentur dan akomodatif terhadap perubahan yang sangat cepat di masa datang dan kesepakatan bersama antara kalangan perguruan tinggi, masyarakat profesi dan pengguna lulusan.

2.      Kompetensi pendukung dan kompetensi lain yang bersifat khusus dan gayut dengan kompetensi utama, dengan elemen-elemen terdiri dari :

a.       Landasan kepribadian

b.      Penguasaan ilmu dan ketrampilan

c.       Kemampuan berkarya

d.      Sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan ketrampilan yang dikuasai.

e.       Pemahaman kaidah berkepribadian dan bermasyarakat sesuai dengan keahlian dalam berkarya.

B.     Mata Kuliah

Elemen-elemen kompetensi itu dapat diimplementasikan ke dalam lima kelompok Mata Kuliah yaitu Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK), Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK), Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB), Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB), dan Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB), yang dapat dijabarkan sebagai berikut :

1.      Kelompok MPK adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

2.      Kelompok MKK adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan ketrampilan tertentu.

3.      Kelompok MKB adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan  berdasarkan  ilmu dan ketrampilan yang dikuasai.

4.      Kelompok MPB adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai.

5.      Kelompok MBB adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.

C.    Program Studi

Pada periode 2008-2012 Program Studi yang ada di STAIMS terdiri dari :

1.      Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) yang merupakan program studi jurusan dakwah. Adapun visi, misi dan tujuan dari prodi tersebut adalah :

a.       Visi Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) adalah menjadi program studi yang menguasai teknologi penyiaran Islam dalam rangka membentuk da’i yang profesional dan berkepribadian Muslim.

b.      Misi Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) adalah :

1)      Menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesional di bidang dakwah Islam.

2)      Menyelenggarakan penelitian di bidang ilmu-ilmu ke-Islaman terutama dakwah.

3)      Menyelenggarakan pengabdian pada masyarakat.

4)      Menyelenggarakan kerjasama dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan dakwah Islam.

c.       Tujuan Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) adalah menghasilkan sarjana muslim yang mampu di bidang Komunikasi dan Penyiaran Islam dalam rangka menjadi da’i di masyarakat luas.

d.      Kompetensi Lulusan dan Indikator

Kompetensi Utama

No

Kompetensi Lulusan

Indikator Kompetensi

1

Memiliki pengetahuan tentang agama Islam secara komprehensif a.    Memahami dan mendeskripsikan ajaran Islam: Aqidah, Syari’ah dan Akhlaq/Tasawuf.

b.    Mendeskripsikan dan menganalisis aliran/mazhab dalam kalam/fiqh Islam.

c.    Mendeskripsikan dan menganalisis Sejarah Kebudayaan Islam.

d.    Mengaktualisasikan ajaran Islam dalam kehidupan masa kini.

2

Memiliki pengetahuan tentang konsep Dakwah Islama. Mendeskripsikan dan menganalisis Filsafat Dakwah.

b. Mendeskripsikan dan menganalisis prinsip-prinsip dakwah.

c.  Mendeskripsikan pendekatan dan metode dakwah.

d. Mendeskripsikan dan menganalisis perkembangan lembaga-lembaga dakwah.

3

Memiliki pengetahuan tentang teori-teori dan metodologi komunikasia.  Mendeskripsikan dan menganalisis teori-teori komunikasi.

b.  Mendeskripsikan dan menganalisis pendekatan dan metode komunikasi.

c.  Mendeskripsikan media komunikasi.

4

Terampil menerapkan teori-teori dan metodologi Komunikasi dan Penyiaran Islama.   Terampil mengkomunikasikan dan menyiarkan ajaran Islam secara efektif.

b.   Terampil membuat dan menggunakan berbagai media komunikasi dalam menyiarkan ajaran Islam.

c.   Terampil melakukan penelitian di bidang Komunikasi dan Penyiaran Islam.

5

Memiliki komitmen keberagaman dan keilmuan di bidang Komunikasi dan Penyiaran Islama. Berkepribadian sebagai sarjana muslim yang komunikatif.

b. Memiliki sikap terbuka, profesional, dan gairah pengembangan keilmuan Komunikasi dan Penyiaran Islam.

e.       Distribusi Mata Kuliah Berdasarkan Elemen Kompetensi

KOMPETENSI: PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK)

NO

MATA KULIAH

SKS

KOMPETENSI

1

PPKn

2

Pendukung

2

Ilmu Kalam

2

Utama

3

Akhlak Tasawuf

3

Utama

4

IAD/IBD/ISD

3

Pendukung

5

Sejarah Agama-agama

2

Utama

6

Islam dan Budaya Jawa

2

Utama

7

Filsafat Ilmu

2

Pendukung

 

 

16

 

KOMPETENSI: KEILMUAN DAN KETRAMPILAN (MKK)

NO

MATA KULIAH

SKS

KOMPETENSI

1

Bahasa Indonesia

2

Utama

2

Bahasa Inggris

6

Pendukung

3

Bahasa Arab

8

Utama

4

Pengantar Studi Islam

3

Pendukung

5

Ushul Fiqh

3

Utama

6

Ulumul Hadits

3

Utama

7

Ulumul Qur’an

3

Utama

8

Metode Penelitian

3

Pendukung

9

Statistik

3

Pendukung

10

Sejarah Dakwah

3

Utama

11

Ilmu Dakwah

3

Utama

12

Psikologi Dakwah

3

Utama

13

Retorika Dakwah

3

Utama

14

Metodologi Penelitian Dakwah

3

Utama

15

Filsafat Dakwah

3

Utama

 

 

52

 

KOMPETENSI: KEAHLIAN BERKARYA (MKB)

NO

MATA KULIAH

SKS

KOMPETENSI

1

Psikologi Sosial

3

Pendukung

2

Produksi Siaran RTF

3

Utama

3

Bimbingan dan Konseling

2

Pendukung

4

Psikologi Islam

3

Pendukung

5

Bimbingan Penulisan Skripsi

2

Utama

6

Public Relation

3

Utama

7

Periklanan

2

Utama

8

Reporting

3

Utama

9

Penulisan artikel dan naskah

3

Utama

10

Jurnalistik

3

Utama

 

 

27

 

KOMPETENSI: PERILAKU BERKARYA (MPB)

NO

MATA KULIAH

SKS

KOMPETENSI

1

Hadits

3

Utama

2

Tafsir

3

Utama

3

Fiqh Kontemporer

2

Utama

4

Orientalisme

2

Pendukung

5

Sejarah Peradaban Islam

3

Utama

6

Skripsi

6

Pendukung

7

Tahsin Al Quran

2

Pendukung

8

Praktek Dakwah

3

Utama

9

Seni Baca Al Quran

2

Pendukung

10

Manajemen Dakwah

3

Utama

 

 

29

 

KOMPETENSI: BERKEHIDUPAN BERMASYARAKAT (MBB)

NO

MATA KULIAH

SKS

KOMPETENSI

1

Kewirausahaan

3

Pendukung

2

Komputerisasi

2

Pendukung

3

KKN

4

Pendukung

4

Ilmu Komunikasi

3

Pendukung

5

Fiqh Siyasah

2

Pendukung

6

Sosiologi Dakwah

3

Pendukung

7

Patologi Sosial

3

Pendukung

 

 

20

 

 

JUMLAH TOTAL

144

 

f.       Penyebaran SKS Mata Kuliah

SEMESTER I

NO

MATA KULIAH

SKS

1

PPKn

2

2

Bahasa Indonesia

2

3

Tahsin Al Quran

2

4

Pengantar Studi Islam

3

5

Bahasa Arab I

3

6

Bahasa Inggris I

3

7

Komputerisasi

2

8

IAD/IBD/ISD

3

 

 

20

SEMESTER II

NO

MATA KULIAH

SKS

1

Ushul Fiqh

3

2

Filsafat Ilmu

2

3

Seni Baca Al Quran

2

4

Fiqh Kontemporer

2

5

Bahasa Arab II

3

6

Bahasa Inggris II

3

7

Ulumul Hadits

3

8

Ulumul Qur’an

3

 

 

21

SEMESTER III

NO

MATA KULIAH

SKS

1

Akhlak Tasawuf

3

2

Kewirausahaan

3

3

Sejarah Agama-agama

2

4

Sejarah Peradaban Islam

3

5

Bahasa Arab III

2

6

Psikologi Islam

3

7

Orientalisme

2

8

Bimbingan dan Konseling

2

 

 

20

SEMESTER IV

NO

MATA KULIAH

SKS

1

Tafsir

3

2

Patologi Sosial

3

3

Sejarah Dakwah

3

4

Psikologi Dakwah

3

5

Ilmu Dakwah

3

6

Jurnalistik

3

7

Retorika Dakwah

3

 

 

21

SEMESTER V

NO

MATA KULIAH

SKS

1

Statistik

3

2

Hadits

3

3

Manajemen Dakwah

3

4

Filsafat Dakwah

3

5

Ilmu Kalam

2

6

Public Relation

3

7

Metodologi Penelitian

3

 

 

20

SEMESTER VI

NO

MATA KULIAH

SKS

1

Metode Penelitian Dakwah

3

2

Psikologi Sosial

3

3

Bimbingan Penulisan Skripsi

2

4

Periklanan

2

5

Produksi Siaran RTF

3

6

Reporting

3

7

Sosiologi Dakwah

3

 

 

19

SEMESTER VII

NO

MATA KULIAH

SKS

1

Fiqh Siyasah

2

2

Praktek Dakwah

3

3

Penulisan Artikel dan Naskah

3

4

Ilmu Komunikasi

3

5

Islam dan Budaya Jawa

2

 

 

13

 

 

 

 

 

SEMESTER VIII

NO

MATA KULIAH

SKS

1

KKN

4

2

Skripsi

6

 

 

10

 

JUMLAH TOTAL

144

2.      Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang merupakan prodi jurusan Tarbiyah (pendidikan). Adapun visi, misi dan tujuan serta kompetensi dari prodi tersebut adalah :

a.       Visi Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah menjadi program studi yang menguasai teknologi kependidikan Islam dalam rangka membentuk tenaga kependidikan yang profesional dan berkepribadian Muslim.

b.      Misi Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI)

1)      Menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesional di bidang pendidikan.

2)      Menyelenggarakan penelitian di bidang ilmu-ilmu ke-Islaman terutama kependidikan.

3)      Menyelenggarakan pengabdian pada masyarakat.

4)      Menyelenggarakan kerjasama dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan kependidikan Islam.

c.       Tujuan Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah menghasilkan sarjana muslim yang mampu menjadi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) di madrasah dan sekolah pada jenjang pendidikan Dasar dan Menengah.

d.      Kompetensi Lulusan dan Indikator

1)      Kompetensi Utama

No

Kompetensi Lulusan

Indikator Kompetensi

1

Memiliki pengetahuan tentang agama Islam secara komprehensif a.    Mendeskripsikan ajaran agama Islam secara komprehensif.

b.    Mendeskripsikan secara mendalam ilmu Tafsir Hadits, Fiqh, Ushul Fiqh atau Sejarah Peradaban Islam (sebagai peminatan).

2

Memiliki pengetahuan tentang teori dan metodologi dalam pendidikana. Mendeskripsikan dan menganalisis Filsafat Pendidikan.

b. Mendeskripsikan dan menganalisis teori-teori pendidikan.

c. Mendeskripsikan dan menganalisis metodologi pembelajaran pendekatan, metode, media dan evaluasi.

3

Memiliki pengetahuan tentang teori dan metodologi dalam pendidikan Islama.   Mendeskripsikan dan menganalisis Filsafat Pendidikan Islam.

b.   Mendeskripsikan dan menganalisis sejarah perkembangan lembaga-lembaga pendidikan Islam.

c.    Mendeskripsikan metode khusus pembelajaran agama Islam.

4

Terampil mengajar Pendidikan Agama Islama.   Terampil membuat administrasi pembelajaran.

b.   Terampil mengelola kegiatan belajar mengajar.

c.   Terampil menerapkan strategi pembelajaran.

d.   Terampil membuat dan menggunakan media pembelajaran.

e.   Terampil mengevaluasi kegiatan pembelajaran.

f.    Terampil melakukan penelitian di bidang Pendidikan Agama Islam.

5

Memiliki komitmen keberagamaan dan keilmuan di bidang Pendidikan Agama Islama. Berkepribadian sebagai guru muslim yang ahli dalam Pendidikan Agama Islam.

b. Memiliki sikap terbuka, profesional, dan gairah pengembangan keilmuan dalam Pendidikan Agama Islam.

2)      Kompetensi Pendukung

No

Kompetensi Lulusan

Indikator Kompetensi

1

Memiliki kemampuan Qira’atul Qur’an a.       Dapat membaca Al Quran dengan lagu tertentu.

b.       Memahami Ilmu Tajwid sederhana.

2

Menguasai bidang kewirausahaan tertentua.       Dapat menjelaskan tentang jenis usaha sederhana.

b.       Terampil dalam menyajikan hasil usaha yang telah diproduksi.

c.        Dapat menampilkan sikap berwirausaha.

3

Memahami bahasa asing pendukung model pembelajaran tertentua.       Menguasai pola kalimat asing secara sederhana.

b.       Dapat menampilkan kalimat-kalimat yang digunakan secara harian

e.       Distribusi Mata Kuliah Berdasarkan Elemen Kompetensi

KOMPETENSI: PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK)

NO

MATA KULIAH

SKS

KOMPETENSI

1

PPKn

2

Pendukung

2

Ilmu Kalam

3

Utama

3

Akhlak Tasawuf

3

Utama

4

IAD/IBD/ISD

3

Pendukung

5

Sejarah Agama-agama

2

Utama

6

Islam dan Budaya Jawa

2

Utama

7

Filsafat Ilmu

2

Pendukung

 

 

17

 

KOMPETENSI: KEILMUAN DAN KETRAMPILAN (MKK)

NO

MATA KULIAH

SKS

KOMPETENSI

1

Bahasa Indonesia

2

Utama

2

Bahasa Inggris

6

Pendukung

3

Bahasa Arab

8

Utama

4

Pengantar Studi Islam

3

Pendukung

5

Ushul Fiqh

3

Utama

6

Ulumul Hadits

3

Utama

7

Ulumul Qur’an

3

Utama

8

Metode Penelitian

3

Pendukung

9

Statistik

3

Pendukung

 

 

34

 

KOMPETENSI: KEAHLIAN BERKARYA (MKB)

NO

MATA KULIAH

SKS

KOMPETENSI

1

Ilmu Pendidikan

3

Utama

2

Psikologi Belajar

3

Utama

3

Kapita Selekta PAI

3

Pendukung

4

Perencanaan Sistem Pengajaran PAI

3

Utama

5

Metode PAI

6

Utama

6

Pengembangan Sistem Evaluasi PAI

3

Utama

7

Bimbingan dan Konseling

3

Pendukung

8

Strategi Pembelajaran

3

Utama

9

Psikologi Islam

3

Pendukung

10

Manajemen Berbasis Sekolah

3

Pendukung

11

Media Pengajaran

3

Pendukung

12

Filsafat Pendidikan Islam

3

Pendukung

13

Pengembangan Kurikulum PAI

3

Utama

14

Perkembangan Peserta Didik

3

Pendukung

15

Sosiologi Pendidikan

2

Pendukung

 

 

47

 

KOMPETENSI: PERILAKU BERKARYA (MPB)

NO

MATA KULIAH

SKS

KOMPETENSI

1

Hadits

3

Utama

2

Tafsir

3

Utama

3

Fiqh Kontemporer

3

Utama

4

Sejarah Pendidikan Islam

3

Pendukung

5

Sejarah Peradaban Islam

3

Pendukung

6

Skripsi

6

Pendukung

7

Tahsin Al Quran

2

Pendukung

8

Materi PAI

3

Utama

9

Seni Baca Al Quran

2

Pendukung

10

Micro Teaching

2

Utama

11

PPL

2

Utama

12

Bimbingan Penulisan Skripsi

2

Pendukung

 

 

35

 

KOMPETENSI: BERKEHIDUPAN BERMASYARAKAT (MBB)

NO

MATA KULIAH

SKS

KOMPETENSI

1

Kewirausahaan

3

Pendukung

2

Komputerisasi

2

Pendukung

3

KKN

4

Pendukung

4

Fiqh Siyasah

2

Pendukung

 

 

11

 

 

JUMLAH TOTAL

144

 

f.       Penyebaran Mata Kuliah Per Semester

SEMESTER I

NO

MATA KULIAH

SKS

1

PPKn

2

2

Bahasa Indonesia

2

3

Tahsin Al Quran

2

4

Pengantar Studi Islam

3

5

Bahasa Arab I

3

6

Bahasa Inggris I

3

7

Komputerisasi

2

8

IAD/IBD/ISD

3

 

 

20

SEMESTER II

NO

MATA KULIAH

SKS

1

Ushul Fiqh

3

2

Filsafat Ilmu

2

3

Seni Baca Al Quran

2

4

Ulumul Qur’an

3

5

Bahasa Arab II

3

6

Bahasa Inggris II

3

7

Ulumul Hadits

3

 

 

19

SEMESTER III

NO

MATA KULIAH

SKS

1

Akhlak Tasawuf

3

2

Kewirausahaan

3

3

Sejarah Agama-agama

2

4

Sejarah Peradaban Islam

3

5

Bahasa Arab III

2

6

Psikologi Islam

3

7

Sosiologi Pendidikan

2

8

Bimbingan dan Konseling

2

 

 

20

SEMESTER IV

NO

MATA KULIAH

SKS

1

Tafsir

3

2

Materi PAI I

2

3

Sejarah Pendidikan Islam

3

4

Perencanaan Sistem Pengajaran PAI

3

5

Ilmu Pendidikan

3

6

Fiqh Kontemporer

3

 

 

17

SEMESTER V

NO

MATA KULIAH

SKS

1

Statistik

3

2

Hadits

3

3

Metode PAI I

3

4

Materi PAI II

2

5

Ilmu Kalam

3

6

Media Pengajaran

3

7

Metodologi Penelitian

3

8

Pengembangan Kurikulum PAI

3

 

 

23

SEMESTER VI

NO

MATA KULIAH

SKS

1

Psikologi Belajar

3

2

Metode PAI II

3

3

Bimbingan Penulisan Skripsi

2

4

Manajemen Berbasis Sekolah

3

5

Filsafat Pendidikan Islam

3

6

Perkembangan Peseta Didik

3

 

 

17

SEMESTER VII

NO

MATA KULIAH

SKS

1

Fiqh Siyasah

2

2

Strategi Pembelajaran

3

3

Pengembangan Sistem Evaluasi PAI

3

4

Micro Teaching

2

5

Kapita Selekta Pendidikan Islam

3

6

Islam dan Budaya Jawa

2

 

 

15

SEMESTER VIII

NO

MATA KULIAH

SKS

1

PPL

2

2

KKN

4

3

Skripsi

6

 

 

12

 

JUMLAH TOTAL

144

BAB III

JENJANG JABATAN, PANGKAT DAN TUGAS

POKOK DOSEN

A.    Jenjang Jabatan dan Pangkat

1.      Jabatan fungsional Dosen terdiri atas Dosen pada program pendidikan akademik dan Dosen pada program pendidikan profesional.

2.      Jenjang Jabatan Dosen terdiri dari :

a.       Asisten Ahli, yang pangkatnya meliputi:

Penata Muda, golongan ruang (III/a) dan Penata Muda Tingkat I (III/b).

b.      Lektor, dengan pangkat terdiri dari:

Penata, golongan ruang III/c dan Penata Tingkat I, golongan ruang III/d.

c.       Lektor Kepala, dengan pangkat dan golongan ruang terdiri dari:

1)      Pembina, golongan ruang IV/a

2)      Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b

3)      Pembina Utama Muda, golongan ruang IV/c

d.      Guru Besar, dengan pangkat dan golongan ruang:

1) Pembina Utama Madya, golongan ruang IV/c

2) Pebina Utama, golongan ruang IV/d

B.     Ringkasan Tugas Pokok Dosen Menurut Jabatan

1.      Rincian Kegiatan Asisten Ahli

a.       Melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengajaran pada program pendidikan Sarjana/Diploma.

b.      Melaksanakan kegiatan penelitian pada program Sarjana/Diploma, Magister bagi yang berlatar belakang pendidikan Magister/Spesialis I.

c.       Melaksanakan kegiatan penelitian pada program Sarjana/Diploma, Magister dan Doktor bagi yang berlatar belakang pendidikan Doktor/Spesialis II.

2.      Rincian Kegiatan Lektor

Melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat pada program pendidikan Sarjana/Diploma, bagi yang berijazah Magister/Spesialis I melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat pada program Magister dan bagi yang berijazah Doktor/Spesialis II melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat pada program pendidikan Doktor.

3.      Rincian Kegiatan Lektor Kepala

a.       Melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengajaran mahasiswa pada SO, S1 dan S2 secara mandiri.

b.      Melaksanakan kegiatan penelitian dalam rangka pendidikan dan pengajaran mahasiswa SO, S1 dan S2 atau dalam kegiatan pengembangan ilmu secara mandiri.

c.       Melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam rangka pendidikan dan pengajaran mahasiswa SO, S1, S2 dan S3 atau dalam tugas umum pemerintahan dan pembangunan secara mandiri.

d.      Ditugaskan melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengajaran mahasiswa pada S3.

e.       Ditugaskan atau melakukan kegiatan penelitian dalam rangka pendidikan dan pengajaran mahasiswa pada S3 atau dalam kegiatan pengembangan ilmu.

f.       Membina tenaga pengajar (dosen) yang lebih muda.

4.      Rincian Tugas Guru Besar

a.       Melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengajaran mahasiswa pada SO, S1, S2 dan S3 secara mandiri.

b.      Melaksanakan kegiatan penelitian dalam rangka pendidikan dan pengajaran mahasiswa pada SO, S1, S2 dan S3 atau dalam pengembangan ilmu secara mandiri.

c.       Melaksanakan pengabdian pada masyarakat dalam rangka pendidikan dan pengajaran pada SO, S1, S2 dan S3 atau dalam kegiatan lain yang menunjang pelaksanaan tugas umum pemerintahan dan pembangunan secara mandiri.

d.      Membina tenaga pengajar yang lebih muda.

Dalam hal tertentu Ketua dapat menentukan beban tugas dosen sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan STAIMS.

C.    Ekuivalen Tugas-tugas Dosen dalam Takaran SKS

1.      Pendidikan

a.       Kuliah pada tingkat S1 terhadap setiap kelompok yang terdiri dari sebanyak-banyak 40 orang mahasiswa selama 1 semester 50 menit tatap muka perminggu ditambah 60 menit kegiatan mandiri dan 60 menit kegiatan terstruktur sama dengan 1 SKS.

b.      Asisten kuliah/praktikum terhadap setiap kelompok yang terdiri atas sebanyak-banyaknya 25 orang mahasiswa, selama satu semester dua jam tatap muka perminggu sama dengan 1 SKS.

c.       Bimbingan kuliah kerja yang terprogram terhadap setiap kelompok yang terdiri dari atas sebanyak-banyaknya 25 orang mahasiswa kegiatan yang setara dengan 50 jam kerja persemester sama dengan 1 SKS.

d.      Seminar yang terjadwal terhadap setiap kelompok yang terdiri dari sebanyak-banyaknya 25 orang mahasiswa selama satu semester satu jam tatap muka perminggu sama dengan 1 SKS.

e.       Bimbingan dan tugas akhir program S1 terhadap sebanyak-banyaknya 25 orang mahasiswa selama satu semester satu jam tatap muka perminggu sama dengan 1 SKS.

f.       Menyusun diktat kuliah yang akan dipergunakan mahasiswa dalam waktu yang sebanyak-banyaknya dua semester sama dengan 1 SKS.

g.      Penasehat akademik terhadap 12 orang mahasiswa sama dengan 1 SKS.

h.      Bimbingan Konseling terhadap 12 orang mahasiswa sama dengan 1 SKS.

i.        Pimpinan organisasi sosial intern sama dengan 1 SKS.

2.      Penelitian/Pengembangan Ilmu

a.       Keterlibatan dalam satu judul penelitian/pengembangan ilmu yang dilakukan oleh kelompok sebanyak-banyaknya 5 orang dosen (disetujui oleh pimpinan dan tercatat di bidang keahlian sama dengan 1 SKS).

b.      Melakukan penelitian/pengembangan ilmu di bidang keahlian mandiri (disetujui oleh pimpinan dan tercatat) dengan laporan:

1)      Berbentuk buku setelah sedikit-dikitnya 60 halaman sama dengan 6 SKS.

2)      Berbentuk makalah setebal 10-15 halaman sama dengan 2 SKS.

c.       Menulis satu judul naskah buku yang akan diterbitkan dalam waktu sebanyak-banyaknya 4 semester (disetujui oleh pimpinan dan tercatat) sama dengan 3 SKS.

d.      Menterjemahkan atau menyadur satu judul naskah buku yang akan diterbitkan dalam waktu sebanyak-banyaknya 4 semester (disetujui oleh pimpinan dan tercatat) sama dengan 1 SKS.

e.       Menyunting satu judul naskah buku yang akan diterbitkan dalam waktu sebanyak-banyaknya 4 semester (disetujui oleh pimpinan dan tercatat) sama dengan 1 SKS.

f.       Tugas belajar untuk S2 dan S3 di luar propinsi yang tidak terjangkau untuk melaksanakan tugas fungsional sama dengan 12 SKS.

g.      Tugas belajar untuk S2 dan S3 dalam propinsi yang terjangkau untuk melaksanakan tugas fungsional sama dengan 8 SKS.

3.      Pengabdian pada masyarakat

Satu kegiatan yang setara dengan 50 jam kerja per semester (disetujui oleh pimpinan dan tercatat) sama dengan 1 SKS.

4.      Perhitungan ekuivalen waktu mengajar penuh (EWMP) terhadap Dosen :

a.       EWMP bagi seorang dosen ditetapkan setara dengan 12 SKS yang dapat disebar ke dalam tugas-tugas institusional sebagai berikut:

1)      Pendidikan ………………………….   6-10 SKS

2)      Penelitian/pengembangan ilmu  …….   2-6 SKS

3)      Pengabdian Masyarakat ……………   0-4 SKS

4)      Administrasi manajemen  …………..   1-6 SKS

(Jabatan struktural tetap ekuivalen ditentukan khusus)

b.      Setiap dosen wajib memberikan kuliah minimal 2 SKS walaupun EWMP-nya telah terpenuhi.

c.       Setiap dosen wajib memberikan kuliah 1 mata kuliah dengan bobot sedikit-dikitnya 3 SKS.

d.      Setiap dosen wajib melakukan penelitian/pengembangan ilmu baik secara mandiri maupun secara kelompok.

e.       Setiap dosen dianjurkan melakukan pengabdian masyarakat.

Apabila semua tugas pendidikan tugas penelitian/pengembangan ilmu dan pengabdian pada masyarakat melebihi 12 SKS, maka kelebihan SKS tugas pendidikan (khususnya mengajar) akan diberikan honor sesuai ketentuan yang berlaku.

5.      Asistensi

a.       Asistensi adalah penugasan yang diberikan oleh dosen yang lebih tinggi kepangkatannya (serendah-rendahnya berpangkat Lektor) kepada dosen lain yang lebih rendah kepangkatannya pada Sekolah Tinggi dalam penyelenggaraan perkuliahan tertentu.

b.      Mereka yang mendapat tugas sebagaimana dimaksud di atas dalam istilah ini disebut asisten.

c.       Dosen yang berjabatan Asisten Ahli hanya dapat menjalankan tugas asisten/bantuan kuliah atas bimbingan dosen berpangkat Lektor ke atas.

6.      Calon Dosen/Tenaga Pengajar

a.       Calon dosen adalah calon pegawai dalam lingkungan STAIMS yang dipersiapkan menjadi tenaga pengajar.

b.      Calon dosen yang diangkat berdasarkan ijazah Program S1 harus menyatakan kesediaannya untuk melanjutkan studinya pada program S2.

c.       Calon dosen wajib menjalankan tugas-tugas administrasi dan tugas mengajar bagi yang sudah berstatus tenaga pengajar.

d.      Beban tugas sebagai pegawai administrasi akan bebas setelah yang bersangkutan menduduki jabatan tenaga pengajar/menjadi calon.

e.       Setiap calon dosen wajib mengikuti orientasi kepegawaian.

7.      Sanksi Lain :

a.       Terhadap setiap dosen yang belum membuat rencana sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan, Ketua berwewenang meminta (secara lisan/tulisan) agar segera memenuhinya.

b.      Apabila permintaan diberikan dalam bentuk tertulis, tembusannya disampaikan kepada Ketua STAIMS.

c.       Apabila setelah dilakukan permintaan sebanyak 3 kali berturut-turut dalam jangka waktu tertentu belum juga dipenuhi yang bersangkutan dapat diberi teguran atau peringatan.

d.      Bagi yang tidak melaksanakan apa yang telah direncanakannya sehingga tugas minimal dosen tidak terpenuhi, sanksi terhadap yang bersangkutan diserahkan kepada Ketua.

8.      Ketentuan Tambahan

a.       Hal-hal lain yang belum tercantum dalam peraturan ini akan diatur kemudian.

b.      Hal-hal yang berkaitan dengan teknis pelaksanaannya diatur oleh Ketua STAIMS Yogyakarta.

D.    Pedoman Sistem Kredit Semester

1.      Pengertian Sistem dan Satuan Kredit Semester

a.       Sistem Kredit Semester adalah sistem pendidikan yang beban studi mahasiswa, beban kerja dosen dan beban kerja penyelenggara dinyatakan dalam kredit.

b.      Semester ialah satuan waktu terkecil tentang jenjang lamanya pendidikan dalam satu program. Satu semester setara dengan 18-19 minggu kerja.

c.       Sistem Kredit Semester (SKS) ialah satu sistem penyelenggaraan program pendidikan dalam pemberian nilai kredit terhadap beban studi mahasiswa, beban tenaga pengajar dan beban penyelenggaraan dalam satu semester.

d.      Sistem Kredit Semester (SKS) ialah satuan yang digunakan dalam menentukan keberhasilan usaha mahasiswa untuk suatu program tertentu dan keberhasilan kumulatif serta besarnya penyelenggaraan pendidikan bagi STAIMS khususnya bagi tenaga pengajar.

2.      Tujuan SKS

a.       Memberi kesempatan kepada mahasiswa yang cakap, tekun dan rajin belajar menyelesaikan program pendidikan dan pengajaran secepat-cepatnya.

b.      Memberi kesempatan kepada mahasiswa yang cakap, tekun dan rajin belajar untuk mengambil dan menyelesaikan program mata kuliah sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya.

c.       Memberi kesempatan agar sistem belajar dan mengajar mampu menumbuhkan semangat kreativitas dan penguasaan ilmu secara luas dan mendalam.

d.      Memberi kemungkinan agar sistem evaluasi kemajuan belajar mahasiswa dapat diselenggarakan lebih efektif dan terencana.

e.       Memberi kemungkinan agar sistem pendidikan dan pengajaran yang dilaksanakan dapat memberikan keadaan imbang antar mahasiswa yang masuk dan mahasiswa yang lulus kesarjanaannya.

3.      Nilai Kredit Semester

a.       Setiap mata kuliah diberi nilai yang dinamakan nilai kredit.

b.      Besar kecilnya nilai kredit ditentukan oleh besar kecilnya usaha penyelesaian tugas yang dinyatakan dalam program perkuliahan, kerja lapangan dan tugas lainnya.

c.       Nilai kredit perkuliahan untuk satu satuan kredit semester (1 SKS) perkuliahan setara dengan :

1)      50 menit kegiatan tatap muka terjadwal. Maksudnya 50 menit pemberian kuliah di kelas oleh dosen kepada mahasiswa.

2)      60 menit kegiatan akademik terstruktur. Maksudnya 60 menit waktu yang diperlukan dosen dan mahasiswa dalam membuat persiapan mengajar atau belajar dan menyelesaikan pekerjaan terstruktur mahasiswa untuk menyempurnakan perkuliahan seperti pekerjaan rumah, menyusun makalah dan sebagainya.

3)      60 menit kegiatan akademik mandiri. Maksudnya memperluas dan memperdalam materi perkuliahan, membaca referensi, kliping serta seminar yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa.

d.      Nilai kredit perkuliahan seminar untuk satu satuan kredit semester (1 SKS) setara dengan 1 kali mengikuti seminar yang sesuai dengan keahlian.

e.       Nilai kredit perkuliahan praktikum untuk satu satuan kredit semester (1 SKS) setara dengan tugas praktikum selama 3 (tiga) jam seminggu dalam satu semester.

f.       Nilai kredit Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk satu satuan kredit semester (1 SKS) setara dengan 75 jam pelaksanaan pengabdian di lapangan yang dikoordinasikan oleh Pembantu Ketua II Bidang Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat.

g.      Nilai kredit penulisan skripsi untuk satu satuan kredit semester (1 SKS) setara dengan 90 jam melakukan penelitian, pengumpulan data, penulisan, konsultasi serta mempertahankannya dalam sidang munaqasah.

4.      Sistem Penyelesaian Pendidikan

a.       Beban dan Program Studi

1)      Beban studi S1 adalah setara dengan 144-160 SKS dengan lama masa studi 8 semester dan maksimal 14 semester.

2)      Beban studi mahasiswa baru yang pertama kali memasuki program ditetapkan sebanyak 20 SKS, yang merupakan paket mata kuliah yang telah ditentukan.

3)      Pengambilan kuliah semester kedua dan seterusnya diperhitungkan berdasarkan indeks prestasi (IP) semester sebelumnya yaitu :

a)      IP 3,00-4,00 boleh mengambil maksimal 24 SKS.

b)      IP 2,50-2,99 boleh mengambil maksimal 22 SKS.

c)      IP 2,00-2,49 boleh mengambil maksimal 20 SKS.

d)     IP 1,50-1,99 boleh mengambil maksimal 18 SKS.

e)      IP 0,00-1,49 boleh mengambil maksimal 16 SKS.

b.      Kuliah Kerja Praktikum

1)      Kuliah Kerja Praktikum (KKP) ialah suatu program pengajaran dalam bentuk simulasi penerapan ilmu yang berkaitan dengan mata kuliah tertentu yang dilakukan di laboratorium atau tempat-tempat yang lain.

2)      Nilai kredit Kuliah Kerja Praktikum terkait dengan mata kuliah yang memerlukan kuliah kerja praktikum.

c.       Kuliah Kerja Lapangan

1)      Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ialah suatu program penerapan suatu bidang keahlian (profesi) ilmu pengetahuan tertentu yang dikembangkan oleh jurusan atau program studi yang dilaksanakan di lapangan.

2)      Nilai Kuliah Kerja Lapangan terkait dengan mata kuliah yang memerlukan Kuliah Kerja Lapangan.

d.      Praktek Pengalaman Lapangan

1)      Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) yaitu suatu program penerapan mata kuliah jurusan/program studi tertentu yang dikembangkan oleh jurusan/prodi di lapangan untuk memperoleh pengalaman lapangan.

2)      Nilai kredit praktek pengalaman lapangan terkait dengan mata kuliah yang memerlukan praktek pengalaman lapangan.

e.       Kuliah Kerja Nyata (KKN)

1)      Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah suatu program penerapan bidang ilmu pengetahuan yang bersifat interdisipliner yang dikembangkan oleh STAIMS dan sekaligus merupakan bagian dari pengabdian pada masyarakat.

2)      Nilai satuan kredit KKN adalah 4 SKS.

f.       Pengaturan dan Pelaksanaan

1)      Pengaturan dan pelaksanaan Kuliah Kerja Praktikum (KKP), Kuliah Kerja Lapangan (KKL), dan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) ditetapkan oleh pimpinan STAIMS.

2)      Pelaksanaan dan pengaturan Kuliah Kerja Nyata dilakukan oleh Pembantu Ketua Bidang Pengabdian pada Masyarakat.

g.      Penulisan Skripsi

1)      Skripsi adalah karya ilmiah yang disusun oleh mahasiswa dalam rangka menyelesaikan program sarjana strata satu (S1) berdasarkan hasil penelitian mandiri terhadap suatu masalah yang dilakukan secara seksama dibawah bimbingan dosen.

2)      Penulisan skripsi dihargai 6 SKS. Pedoman dan proses penulisan skripsi diatur dengan pedoman yang ditetapkan oleh Pimpinan STAIMS.

h.      Tenaga Pengajar

1)      Tenaga pengajar tetap adalah seseorang yang diangkat oleh YASMA Syuhada berdasarkan penetapan angka kredit oleh Kopertais Wilayah III DIY dan PNS yang diangkat oleh Pemerintah yang ditugaskan (DPK) di STAIMS, dengan tugas pokok, wewenang dan tanggung jawab di bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

2)      Tenaga pengajar tidak tetap ialah seseorang yang karena keahliannya diangkat sebagai tenaga pengajar di STAIMS.

3)      Beban tugas ialah sejumlah pekerjaan yang wajib dilakukan oleh seorang tenaga pengajar sebagai tugas institusional dalam penyelenggaraan fungsi pendidikan tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dan tugas-tugas yang menunjang Tri Darma Perguruan Tinggi.

4)      Bidang tugas itu merupakan kesatuan yang terpadu, masing-masing bidang harus terpenuhi sesuai dengan proporsinya. Secara garis besar terdapat 4 bidang tugas yaitu: pertama, bidang pendidikan dan pengajaran; kedua, bidang penelitian dan pengembangan; ketiga, bidang pengabdian pada masyarakat; keempat, bidang penunjang Tri Darma Perguruan Tinggi.

5)      Beban tugas minimal tenaga pengajar tetap setara dengan tugas mengajar sebesar 12 SKS setiap semester. Satu SKS setara dengan 3 jam pelajaran setiap minggu dalam satu semester atau setara dengan 50 jam kerja dalam satu semester.

6)      Penyebaran beban tugas minimal tenaga pengajar tersebut adalah sebagai berikut :

a)      Bidang pendidikan dan pengajaran             : 4-8 SKS

b)      Bidang penelitian dan pengembangan        : 2-6 SKS

c)      Bidang pengabdian pada masyarakat          : 1-6 SKS

d)     Bidang penunjang tri darma perguruan tinggi: 0-4 SKS

7)      Kelebihan beban tugas bagi pengajar yang memangku jabatan struktural diperhitungkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

8)      Kelebihan tugas minimal tenaga pengajar diperhitungkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

i.        Jurusan

1)      Jurusan adalah pelaksana akademik pada STAIMS yang melaksanakan pendidikan akademik dan/atau profesional dalam sebagian atau satu cabang ilmu pengetahuan agama Islam yang berada di bawah Ketua.

2)      Jurusan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dalam sebagian ilmu pengetahuan agama Islam sesuai dengan program pendidikan yang ada dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3)      Untuk melaksanakan tugas tersebut di atas, maka jurusan mempunyai fungsi :

a)      Melakukan pendidikan dan pengajaran dalam sebagian ilmu pengetahuan agama Islam bagi program pendidikan yang ada.

b)      Melakukan penelitian dan pengembangan agama Islam.

c)      Melakukan pengabdian pada masyarakat.

d)     Melakukan pembinaan civitas akademika.

4)      Jurusan dipimpin oleh Ketua Jurusan yang dibantu oleh sekretaris Jurusan.

5)      Dalam setiap jurusan dapat dibentuk laboratorium dan atau studio.

6)      Ketentuan-ketentuan lain yang berkaitan dengan jurusan ditetapkan oleh Ketua.

j.        Evaluasi Hasil Belajar

1)      Pengertian dan Tujuan

a)      Evaluasi belajar adalah usaha untuk mengetahui kemampuan dan kecakapan mahasiswa dalam menerima, memahami dan menalar bahan studi yang diberikan sesuai dengan kurikulum dan silabus yang telah ditetapkan serta untuk mengetahui perubahan sikap dan keterampilan mahasiswa.

b)      Evaluasi hasil belajar dilakukan dengan cara mendapatkan informasi tentang sejumlah mahasiswa yang telah menyelesaikan suatu jenjang program studi masing-masing, melalui penyelenggaraan ujian, pemberian tugas penelitian, pengabdian pada masyarakat atau penulisan laporan dan penulisan skripsi.

c)      Tujuan hasil belajar :

(1)   Untuk menilai kemampuan dan kecakapan mahasiswa dalam memahami dan menguasai bahan studi yang disajikan, perubahan sikap dan keterampilan dalam waktu tertentu.

(2)   Untuk mengetahui keberhasilan penyajian bahan studi oleh tenaga pengajar dan keberhasilan penyelenggaraan program pendidikan.

(3)   Untuk mengetahui kedudukan seorang mahasiswa dalam suatu kelompok menurut kemampuan masing-masing.

2)      Macam Evaluasi Hasil Belajar

a)      Evaluasi Pokok

(1)   Ujian Tengah Semester ialah ujian yang diselenggarakan pada pertengahan semester untuk mengukur penguasaan kompetensi keilmuan mahasiswa sampai pertengahan semester.

(2)   Ujian Akhir Semester ialah ujian yang dilakukan pada setiap akhir semester untuk mengukur penguasaan menyeluruh kompetensi kemampuan mahasiswa yang dikembangkan selama satu semester.

b)      Evaluasi Pelengkap

(1)   Penugasan terstruktur seperti penyelesaian pekerjaan rumah yang harus dikumpulkan, laporan kegiatan ilmiyah dalam ukuran mini dan sebagainya.

(2)   Test formatif ialah tes yang dilakukan setelah dua atau tiga kali kuliah atau jangka waktu tertentu dalam kegiatan selama program studi. Tes ini dimaksudkan untuk mengukur sejauh mana terserapnya ilmu yang dibahas.

(3)   Diskusi kegiatan merupakan kegiatan pemecahan masalah dalam wujud kuliah secara berdiskusi baik kelompok atau kelas.

c)      Ujian Perbaikan

(1)   Mahasiswa dapat memperbaiki nilai hasil ujian pada semester lain, dimana mata kuliah yang diujikan itu diselenggarakan dengan syarat ujian perbaikan tidak lebih dari dua kali ujian.

(2)   Harus mengambil kredit mata kuliah tersebut dan mengikuti kuliah-kuliah sebagaimana ketentuan yang berlaku, kecuali dosen mata kuliah yang bersangkutan mempunyai kebijakan lain.

d)     Bentuk ujian dapat dilaksanakan dengan lisan, tulisan, pemberian tugas sesuai dengan jenis mata kuliah, tujuan kurikuler dan kondisi tenaga pengajar yang bersangkutan.

e)      Nilai akhir tiap semester adalah nilai akhir berdasarkan pertimbangan nilai ujian akhir semester, tengah semester dan pelengkap.

f)       Ujian skripsi merupakan kegiatan akhir dari seluruh kegiatan akademis.

g)      Terminal evaluasi kegiatan belajar

(1)   Sampai akhir semester dua, sekurang-kurangnya mahasiswa harus menyelesaikan beban kredit sebanyak 26 SKS dengan nilai paling rendah C. Jika tidak memenuhi persyaratan tersebut mahasiswa yang bersangkutan dikeluarkan atau di Droup Out (DO).

(2)   Sampai akhir semester IV, mahasiswa harus dapat menyelesaikan sekurang-kurangnya 44 SKS dengan nilai minimal C. Jika mahasiswa yang bersangkutan tidak memenuhi persyaratan tersebut ia diberi peringatan.

(3)   Masa penyelesaian studi tidak melebihi 14 semester efektif. Jika melebihi 14 semester mahasiswa yang bersangkutan dikeluarkan.

h)      Pelaksanaan ujian tengah semester dan akhir semester diatur dengan tata tertib.

i)        Apabila terjadi pelanggaran tata tertib ujian, maka pimpinan STAIMS dapat menjatuhkan sanksi yang setimpal dengan kesalahan mahasiswa.

j)        Khusus bagi mahasiswa peserta ujian dalam satu mata kuliah tertentu melakukan pelanggaran dengan cara mewakilkan pada orang lain, maka pimpinan dapat menjatuhkan sanksi berupa skorsing terhadap mahasiswa yang bersangkutan selama dua semester.

k)      Skorsing tersebut termasuk dalam perhitungan masa studi/kesempatan studi.

3)      Sistem Penilaian

a)      Jurusan menetapkan ketentuan sistem penilaian yang dianut apakah menggunakan penilaian acuan patokan atau penilaian acuan normal atau campuran antara keduanya.

b)      Nilai mata kuliah adalah nilai perpaduan dari hasil tes formatif, penugasan terstruktur, ujian tengah semester dan ujian akhir semester dan diskusi.

c)      Nilai dinyatakan dengan huruf dan tiap huruf mempunyai bobot tertentu. Skor nilai menggunakan angka 100, tidak menggunakan pecahan kecuali indek prestasi.

Dasar Ukuran Nilai

No.

Nilai Angka

Nilai Huruf

Nilai Tafsiran

1.

90 – 100

A

4.00

2.

85 – 89

A-

3.75

3.

80 – 84

B+

3.25

4.

75 – 79

B

3.00

5.

70 – 74

B-

2.75

6.

65 – 69

C+

2.25

7.

60 – 64

C

2.00

8.

55 – 59

C-

1.75

9.

50 – 54

D

1.50

10.

00 – 49

E

1.25

k.      Indek Prestasi

1)      Indek prestasi ialah kredit rata-rata yang merupakan satuan nilai akhir yang menggambarkan mutu penyelesaian suatu program studi.

2)      Indek prestasi dihitung pada tiap-tiap akhir semester yang disebut IP lengkap (kumulatif).

3)      Cara menghitung Indek Prestasi (IP) dengan menggunakan rumus :

Jml Kredit MK yang diambil x nilai bobot masing MK

IP =

Jumlah kredit MK yang diambil

4)      Predikat kelulusan akhir studi mahasiswa dihitung berdasarkan indek prestasi lengkap (kumulatif) yang diperoleh, dinyatakan sebagaimana tabel berikut :

Indek Prestasi

Predikat

3,50 – 4,00

Dengan Pujian

3,00 – 3,49

Sangat Memuaskan

2,50 – 2,99

Memuaskan

2,00 – 2,49

Cukup

BAB IV

SISTEM ADMINISTRASI AKADEMIK

A.    Pendaftaran Mahasiswa Baru

Syarat-syarat pendaftaran :

1.      Menyerahkan copy ijazah SLTA yang telah dilegalisir

2.      Menyerahkan 2 lembar past photo ukuran 3×4

3.      Mengisi blanko pendaftaran

4.      Membayar biaya pendaftaran

B.     Pendaftaran Ulang Mahasiswa Baru

Calon mahasiswa baru yang telah dinyatakan lulus diharuskan mendaftar ulang dengan syarat :

1.      Membayar SPP pokok

2.      Membayar biaya SKS

3.      Membayar sumbangan/infaq Tridarma Perguruan Tinggi.

4.      Membayar biaya ta’aruf

5.      Mengisi KRS

C.    Pendaftaran Mahasiswa Lama

1.      Membayar biaya registrasi

2.      Membayar SPP pokok angsuran I

3.      Membayar biaya SKS

4.      Mengisi KRS.

D.    Cuti Akademik

1.      Cuti akademik ialah tidak mengikuti kegiatan akademik baik intra maupun ekstra kurikulum, karena alasan tertentu, dalam waktu tertentu sesuai dengan izin yang diberikan oleh Ketua.

2.      Tidak aktif mengikuti kegiatan akademik tanpa seizin Ketua, tidak dapat diartikan cuti akademik.

3.      Izin cuti akademik diberikan selama 1 semester dan maksimal 2 semester berturut-turut atau tidak berturut-turut.

4.      Selama cuti mahasiswa dibebaskan membayar SPP.

5.      Selama cuti mahasiswa tidak diperbolehkan melakukan kegiatan akademik dan kemahasiswaan.

6.      Mengajukan permohonan tertulis kepada Ketua.

7.      Apabila telah habis masa cuti, mahasiswa tidak melakukan pendaftaran, maka haknya sebagai mahasiswa dinyatakan gugur.

8.      Mahasiswa yang bersangkutan telah mengikuti dan menyelesaikan kuliah dua semester.

9.      Permohonan cuti dilakukan pada awal pendaftaran ulang mahasiswa.

10.  Alasan cuti akademik adalah alasan kesehatan, ekonomi yang dibuktikan dengan surat keterangan dari orang tua atau Kepala Desa setempat.

E.     Mahasiswa Pindahan

Mahasiswa dari PTN/PTS (umum dan agama) dapat pindah ke STAIMS dengan syarat:

1.      Mengajukan permohonan kepada Ketua STAIMS dengan membawa rekomendasi dari PTN/PTS asal.

2.      Syarat-syarat pendaftaran :

a.       Mengisi blanko pendaftaran

b.      Membayar biaya pendaftaran

c.       Membayar SPP pokok

d.      Membayar biaya SKS dan sumbangan

e.       Menyerahkan transkrip nilai dari PTN/PTS asal

f.       Menyerahkan foto copi ijazah terakhir

g.      Menyerahkan past photo 2 lembar 3×4 cm

h.      Mengisi Kartu Rencana Studi (KRS)

F.     Mahasiswa Pendengar

1.      Mengajukan permohonan kepada Ketua STAIMS.

2.      Syarat pendaftaran :

a.       Mengisi blanko pendaftaran

b.      Membayar biaya pendaftaran

c.       Membayar SPP yang ditentukan

3.      Mahasiswa pendengar tidak berhak mengikuti ujian.

G.    Teknik Pengambilan KRS

1.      Kartu Rencana Studi (KRS) diisi oleh mahasiswa dengan berkonsultasi kepada DPA.

2.      Besar beban studi disesuaikan dengan Indek Prestasi, kecuali semester satu dengan sistem paket.

3.      KRS yang telah diisi, dimintakan pengesahan oleh DPA dan Pembantu Ketua I.

4.      KRS sebanyak dua lembar, satu lembar untuk mahasiswa dan satu lembar untuk arsip prodi.

5.      Penyerahan KRS sesuai dengan waktu yang ditentukan.

6.      Penambahan/pengurangan jumlah SKS dengan ketentuan :

a.       Jumlah penambahan disesuaikan dengan IP

b.      Memperoleh persetujuan DPA

c.       Dalam waktu tidak melebihi dua minggu masa kuliah berjalan.

H.    Jadwal Kegiatan Akademik

1.      Setiap tahun disusun kalender akademik yang mencakup seluruh kegiatan akademik dan berlaku efektif.

2.      Kegiatan akademik dibagi menjadi dua periode yaitu kegiatan semester gasal dan kegiatan semester genap.

I.       Jadwal Kuliah

1.      Jadwal kuliah dibuat oleh Pembantu Ketua I bidang Pendidikan dan Pengajaran.

2.      Penyusunan jadwal kuliah disesuaikan dengan tempat, waktu pada hari Senin sampai Sabtu.

3.      Jadwal kuliah selambat-lambatnya diumumkan dua minggu sebelum pengisian KRS.

J.      Kuliah dan Presensi

1.      Kuliah-kuliah dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

2.      Untuk kelancaran pelaksanaan perkuliahan, mahasiswa diharuskan:

a.       Mengikuti kegiatan kuliah sekurang-kurangnya 75 % dari kuliah yang dilaksanakan.

b.      Tercantum namanya sebagai peserta kuliah dari mata kuliah yang diprogramkan.

c.       Menandatangani presensi yang telah disediakan atau menurut dosen yang bersangkutan.

3.      Untuk kelancaran pelaksanaan kuliah keharusan bagi dosen ialah :

a.       Memberikan kuliah pada waktu-waktu yang telah ditentukan pada jadwal kuliah.

b.      Memberitahukan kepada Pembantu Ketua I bidang pendidikan dan pengajaran jika berhalangan hadir agar dapat diberitahukan kepada mahasiswa.

c.       Menyampaikan kepada mahasiswa rencana umum kuliah pada awal kuliah satu semester.

d.      Menandatangani presensi yang disediakan.

K.    Kartu Hasil Studi

1.      Kartu Hasil Studi ialah kartu yang memuat nilai hasil studi mahasiswa sejak semester I sampai ia menyelesaikan studi.

2.      Selambat-lambatnya 15 hari setelah ujian akhir semester dilaksanakan, laporan nilai hasil studi mahasiswa sudah diterima oleh Pembantu Ketua I Bidang Pendidikan dan Pengajaran.

3.      Ketua prodi mengisikan nilai-nilai ke dalam KHS.

4.      Jika terjadi kesalahpahaman nilai, dapat diselesaikan secara bersama oleh dosen pemegang vak.

5.      Indek prestasi merupakan bahan pertimbangan dalam menetapkan rencana studi semester berikutnya.

L.     Predikat Kelulusan

1.      Kepada mahasiswa yang berhasil menyelesaikan suatu tahap studi diberikan predikat kelulusan yang dinyatakan dalam KHS, mahasiswa yang bersangkutan.

2.      Predikat lulus ditentukan berdasarkan IP yang dicapai oleh mahasiswa yang bersangkutan dengan rincian sebagai berikut: dengan pujian (cumlaude), sangat memuaskan, memuaskan dan cukup.

M.   Wisuda

1.      Wisuda sarjana S1 diselenggarakan apabila mencapai jumlah tertentu.

2.      Untuk mengikuti wisuda tersebut mahasiswa harus mendaftarkan diri kepada panitia.

3.      Wisuda sarjana bersifat terbuka diselenggarakan pada hari-hari yang ditentukan dalam kelender akademik.

N.    Ijazah

1.      Pembuatan ijazah dapat dilakukan setelah mahasiswa menyerahkan syarat-syarat seperti : skripsi yang telah dijilid, ijazah SLTA, paspoto dan lain-lain yang dipersyaratkan.

2.      Ijazah yang asli dapat diberikan kepada pemegang ijazah setelah yang bersangkutan mengikuti wisuda sarjana dan memenuhi syarat-syarat lain yang ditentukan, sedangkan salinan (copi) ijazah dapat diberikan sebelum wisuda.

3.      Ijazah, transkrip nilai dan sertifikat lainnya dapat diambil hanya melalui Pembantu Ketua yang membidangi kemahasiswaan.

4.      Ketentuan lebih lanjut tentang ijazah ditetapkan dengan keputusan Ketua.

O.    Tata Tertib Perkuliahan

1.      Untuk Dosen

a.       Datang tepat pada waktu, paling lambat 15 menit.

b.      Mengisi daftar hadir dan materi kuliah

c.       Mengecek daftar hadir mahasiswa dan menandatanganinya

d.      Memberi salam pada awal dan akhir kuliah

e.       Membuka kuliah dengan membaca basmalah dan menutup dengan bacaan alhamdulillah.

2.      Untuk Mahasiswa

a.       Datang tepat waktu paling lambat 15 menit sebelum kuliah dimulai.

b.      Mengisi daftar hadir

c.       Mahasiswa yang berhalangan hadir harus memberi tahu/izin kepada Dosen yang bersangkutan.

d.      Mahasiswa tidak diperkenankan meninggalkan ruang kuliah tanpa izin dosen.

e.       Jika selama 15 menit dosen tidak hadir di ruang kuliah, mahasiswa diperkenankan meninggalkan ruang kuliah.

f.       Mahasiswa harus berpakaian rapi, sopan, putri harus memakai jilbab dan putra tidak diperkenankan memakai kaos oblong dan sandal.

P.     Tata Tertib Ujian

1.      Peserta ujian harus sudah siap di ruang ujian paling lamba 10 menit sebelum ujian dimulai.

2.      Membawa Kartu Tanda ujian dan perlengkapan tulis.

3.      Dilarang membawa buku, tas dan catatan yang berkaitan dengan mata kuliah yang sedang diujikan.

4.      Peserta ujian yang datang terlambat, baru diperbolehkan masuk ruang ujian setelah memperoleh izin dari Panitia.

5.      Peserta supaya menempati kursi yang telah ditentukan oleh panitia.

6.      Menunjukkan Kartu Ujian kepada pengawas.

7.      Mengisi daftar hadir.

8.      Menjaga ketenangan.

9.      Selama ujian berlangsung peserta tidak diperkenankan keluar ruangan, kecuali dengan izin pengawas ujian.

10.  Peserta yang telah selesai mengerjakan soal sebelum waktu berakhir dapat meninggalkan ruang ujian dengan menyerahkan pekerjaan ujian kepada pengawas ujian.

11.  Apabila waktu telah habis peserta harus menyerahkan hasil pekerjaan ujian kepada pengawas dengan tenang dan tertib.

12.  Apabila ternyata terbukti peserta ujian melakukan kecurangan maka ujian dinyatakan gugur.

Q.    Perpustakaan

Perpustakaan adalah suatu badan yang mempunyai hubungan struktural di bawah wewenang dan koordinasi Pembantu Ketua I bidang Pendidikan dan Pengajaran.

Fungsi perpustakaan adalah perpustakaan adalah: Untuk menyediakan kebutuhan bahan informasi ilmiyah bagi mahasiswa, dosen dan karyawan, memenuhi kebutuhan karyawan guna meningkatkan ketrampilan dan kemahiran bidang administrasi.

Koleksi perpustakaan terdiri dari :

1.      Ensiklopedia, Kamus Umum dalam berbagai bahasa, Kamus keilmuan, skripsi, risalah, majalah, surat kabar dan lain-lain.

2.      Buku-buku ilmu pengetahuan untuk menambah wawasan keilmuan mahasiswa.

3.      Referensi

Yang dimaksud referensi adalah bahan yang dipergunakan orang banyak, sedangkan persediaan terbatas seperti Kamus, Ensiklopedi.

4.      Sumber Koleksi

Koleksi perpustakaan diperoleh dari: Pemerintah, masyarakat, perseorangan/para alumni dan sumber lain yang tidak mengikat.

5.      Penggunaan Perpustakaan

Yang dapat meminjam buku perpustakaan adalah mahasiswa, dosen dan karyawan STAIMS.

Mahasiswa atau masyarakat umumnya dapat meminjam setelah memperoleh persetujuan dari pimpinan STAIMS.

6.      Syarat Keanggotaan

a.       Terdaftar sebagai mahasiswa

b.      Mengisi formulir pendaftaran

c.       Menyerahkan paspoto ukuran 3×4 sebanyak 3 lembar

d.      Membayar uang pendaftaran

7.      Syarat-syarat dan tata tertib peminjaman

a.       Terdaftar sebagai anggota perpustakaan

b.      Mahasiswa lainnya dan masyarakat umum menunjukkan surat persetujuan dari Ketua STAIMS.

c.       Menyerahkan Kartu Anggota perpustakaan kepada petugas.

d.      Dilarang makan, minum dan merokok di dalam ruang perpustakaan.

e.       Dilarang mencoret-coret, merusak buku-buku perpustakaan.

f.       Meletakkan kembali buku-buku yang dipinjam pada tempat pengambilan semula.

g.      Buku-buku yang sudah selesai dibaca/dipinjam diserahkan kepada petugas.

h.      Dosen/Asisten dapat meminjam buku paling banyak 10 eksemplar dalam jangka waktu 3 bulan dan dapat diperpanjang satu kali.

i.        Mahasiswa dapat meminjam buku paling banyak 2 eksemplar dalam jangka waktu 7 hari dan dapat diperpanjang satu kali.

j.        Bahan-bahan referensi tidak dapat dipinjam untuk dibawa pulang, kecuali dibolehkan membaca di perpustakaan.

k.      Untuk menyusun skripsi anggota dibolehkan meminjam sebanyak 5 eksemplar, sedangkan untuk digunakan pada munaqasah dapat meminjam sebanyak kebutuhan tetapi segera dikembalikan setelah munaqasah selesai dan tidak dibawa pulang kerumah.

8.      Sangsi

a.       Apabila buku yang dipinjam rusak dan hilang, peminjam wajib mengganti dengan buku yang sama. Jika yang bersangkutan tidak sanggup mengganti dengan bahan pustaka yang sama, peminjam wajib menggantinya 2 kali harga buku.

b.      Peminjaman yang telambat mengembalikan buku, dikenakan denda Rp. 1.000,- (seribu rupiah) setiap hari.

c.       Apabila pengembalian buku terlambat lebih dari satu bulan, maka keanggotaan dicabut.

d.      Apabila pengunjung sengaja atau tidak sengaja, membawa keluar bahan pustaka tanpa bukti peminjaman yang sah maka dikategorikan sebagai pencurian, dan akibatnya dapat dikenakan sangsi akademik.

BAB V

KEMAHASISWAAN

A.    Hak, Tugas dan Kewajiban Mahasiswa

1.      Pengertian

a.       Hak adalah segala yang seharusnya dimiliki oleh mahasiswa dalam kaitannya sebagai unsur civitas akademika, yang diperoleh selama menjadi mahasiswa.

b.      Tugas dan kewajiban mahasiswa adalah segala sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh setiap mahasiswa dalam kaitannya sebagai unsur civitas akademika, yang diperoleh selama menjadi mahasiswa.

2.      Rincian Hak Mahasiswa

a.       Mendapatkan pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat sesuai dengan minat, bakat, kegemaran dan kemampuan, berdasarkan pada peraturan yang berlaku.

b.      Memperoleh bimbingan, pembinaan kegiatan yang menunjang kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi melalui organisasi kemahasiswaan.

c.       Memperoleh pelayanan administrasi serta fasilitas STAIMS yang berkaitan dengan kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi dalam rangka kelancaran proses belajar mengajar.

d.      Menggunakan kebebasan akademik secara bertanggung jawab untuk menuntut dan mengkaji ilmu sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku di STAIMS.

e.       Mendapatkan bimbingan dari dosen yang bertanggung jawab atas program studi yang diikutinya dalam penyelesaian studinya.

f.       Memperoleh layanan informasi yang berkaitan dengan program studi yag diikuti serta hasil belajarnya.

g.      Menyelesaikan studi lebih awal dari jadwal yang ditetapkan sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

h.      Memperoleh layanan kesejahteraan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

i.        Memanfaatkan sumber daya STAIMS melalui perwakilan/organisasi kemahasiswaan untuk mengurus dan mengatur kesejahteraan, minat dan tata kehidupan bermasyarakat.

j.        Pindah ke Perguruan Tinggi lain sesuai dengan peraturan peundang-undangan yang berlaku.

k.      Ikut serta dalam kegiatan organisasi mahasiswa STAIMS sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

l.        Memperoleh layanan khusus apabila menyandang cacat.

3.      Rincian Tugas dan Kewajiban Mahasiswa

a.       Mentaati dan melaksanakan semua peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

b.      Berpartisipasi aktif mengikuti kegiatan STAIMS sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

c.       Ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan, kecuali bagi mahasiswa yang dibebaskan dari kewajiban tersebut, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

d.      Ikut memelihara sarana dan prasarana serta kebersihan, ketertiban dan keamanan STAIMS.

e.       Menghargai ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian.

f.       Menjaga kewibawaan dan nama baik almamater.

g.      Menjunjung tinggi agama Islam dan kebudayaan Nasional.

B.     Pembinaan dan Pengembangan Kemahasiswaan

1.      Latar Belakang

Sesuai dengan tujuan STAIMS, maka kualitas yang hendak dicapai mencakup tiga hal yaitu pertama keilmuan. Kedua, Kepribadian dan ketiga, pengabdian. Ketiganya dikembangkan secara terpadu yaitu keterpaduan antara pembinaan dan pengembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pengembangan ketiga aspek pendidikan tersebut diwujudkan melalui proses yang mampu memberi motivasi, peluang serta membangkitkan antusiasme mahasiswa untuk berkembang secara optimal menuju integritas iman, ilmu dan amal.

2.      Tujuan Pembinaan dan Pengembangan Kemahasiswaan

Tujuan pembinaan dan pengembangan mahasiswa sama dengan tujuan pendidikan pada umumnya yaitu :

a.       Agar mahasiswa mempunyai kemampuan akademik atau kognitif, melalui pendidikan dan pengajaran.

b.      Agar mahasiswa memiliki sikap dan kepribadian yang mantap atau disebut afektif.

c.       Agar mahasiswa mempunyai keterampilan khusus sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni yang disebut psikomotorik.

3.      Bentuk-bentuk Pembinaan dan Pengembangan

Pembinaan dan Pengembangan mahasiswa mencakup dua bentuk yaitu:

a.       Pembinaan dan pengembangan dalam bentuk kurikuler. Bentuk ini diterima mahasiswa secara format dibangku kuliah, untuk mencapai tujuan Tri Darma Perguruan Tinggi.

b.      Pembinaan dan pengembangan yang bersifat ko-kurikuler.

c.       Bentuk kegiatan ini sebagai unsur pelengkap dan penunjang, untuk membina dan mengembangkan kemahasiswaan yang diterima di luar bangku kuliah.

C.    Kode Etik Mahasiswa

1.      Pengertian

Yang dimaksud dengan Kode Etik Mahasiswa ialah tata aturan atau norma-norma yang harus dita’ati oleh mahasiswa dalam melaksanakan seluruh kegiatan akademik yang meliputi hubungan antara mahasiswa dengan mahasiswa, mahasiswa dengan dosen, mahasiswa dengan karyawan, mahasiswa dengan pimpinan dan mahasiswa dengan sarana pendidikan di kampus termasuk gedung dan lingkungan hidup.

2.      Tujuan Kode Etik Mahasiswa

a.       Untuk mengarahkan dan membina mahasiswa agar dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai mahasiswa dapat menempatkan dan menjunjung tinggi fungsi ajaran Islam sebagai faktor motivatif, kreatif dan ivovatif, faktor integritas individu dan sosial, faktor sublimatif dan sebagai faktor sumber inspiratif budaya bangsa yang terhormat.

b.      Untuk mengarahkan, melatih dan membina mahasiswa mena’ati tata tertib, berakhlak mulia dan menanamkan kesadaran bertanggung jawab terhadap tugas dan kewajibannya, sehingga tercipta kondisi yang baik dan menguntungkan bagi kelancaran proses beljar mengajar.

c.       Untuk membina dan melatih mahasiswa agar mencintai dan menjaga nama baik almamater.

d.      Untuk membina sikap kepribadian yang mantap, teguh dalam pendirian dan luwes dalam penampilan, disiplin sabar dan tawakal.

3.      Kode Etik

a.       Kode Etik dalam hubungan antara mahasiswa dengan mahasiswa.

1)      Menciptakan suasana pergaulan yang harmonis, sopan dalam berbicara dan santun dalam bertingkah laku, sehingga terwujudlah ukuwah Islamiyah di kampus dengan jalan memanfa’atkan organisasi mahasiswa yang ada.

2)      Tidak melanggar ketentuan-ketentuan agama dalam pergaulan antara pria dan perempuan.

3)      Mengadakan kerja sama yang baik antara mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan untuk mencapai keberhasilan dalam belajar.

b.      Kode Etik dalam hubungan antara mahasiswa dengan dosen

1)      Menghadiri kuliah tepat waktu, apabila berhalangan hadir harus memberitahukan dan meminta izin kepada dosen yang bersangkutan

2)      Menciptakan suasana yang baik dalam kelas, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancer baik pada waktu mengikuti kuliah dari seorang dosen maupun dalam pertemuan ilmiyah yang lain, antara dosen dengan mahasiswa

3)      Mahasiswa yang berada di luar ruang kelas, hendaknya tidak berbuat sesuatu yang dapat mengganggu kelancaran kuliah dalam suatu ruang kelas.

4)      Berbusana muslim yang rapi dan wajar. Bagi mahasiswa pria tidak memakai kaos oblong, tidak memakai sandal dan tidak merokok di dalam ruang kelas.

5)      Mena’ati perintah, anjuran atau nasehat dosen dalam rangka meningkatkan kemajuan belajar.

6)      Apabila berkonsultasi dengan Dosen Penasehat Akademik (DPA) hendaknya memohon izin terlebih dahulu dan berbicara seperlunya dengan perilaku yang baik, sopan dan santun.

7)      Mena’ati tata tertib ujian yang berlaku, baik ujian tulis, lisan, seminar topik dan ujian skripsi.

8)      Senantiasa menjaga hubungan yang harmonis dengan dosen baik di dalam maupun di luar kampus.

c.       Kode Etik dalam hubungan antara mahasiswa dengan karyawan

1)      Menciptakan suasana yang akrab yang harmonis dan sopan santun sewaktu berhubungan dengan para karyawan.

2)      Mentaati peraturan tata tertib yang berhubungan dengan pelayanan administrasi dan pemanfa’atan perpustakaan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, seperti dalam urusan surat menyurat, urusan kartu mahasiswa, KRS, nilai, surat izin dan lain-lain.

3)      Mahasiswa yang memakai kaos oblong, sandal tidak akan mendapat pelayanan administrasi dari karyawan.

4)      Senantiasa menjaga hubungan yang harmonis dengan para karyawan baik di dalam maupun di luar kampus.

d.      Kode Etik hubungan antara mahasiswa dengan Pimpinan STAIMS (Ketua, para Pembantu Ketua dan Ketua Jurusan)

1)      Mengetuk pintu, mengucapkan salam dan duduk dengan sopan apabila sudah diizinkan oleh pimpinan.

2)      Berbicara seperlunya sesuai dengan tujuan menemui pimpinan dan mohon pamit apabila sudah selesai.

3)      Aspirasi dan saran-saran yang baik dari mahasiswa supaya disalurkan melalui organisasi kemahasiswaan yang ada seperti Senat Mahasiswa, sesuai dengan prosedur yang berlaku untuk disampaikan kepada Pimpinan STAIMS.

e.       Kode Etik dalam diskusi ilmiyah

1)      Tidak menganggap hanya pendapatnya sendiri yang paling benar.

2)      Tidak memaksakan pendapat kepada orang lain.

3)      Menghargai pendapat orang lain dengan jalan mendengarkan secara kritis dan mengambil pendapat yang lebih baik.

4)      Tidak menggeneralisasikan suatu perbedaan pendapat dalam suatu masalah kepada maslah-masalah yang lain, sehingga perbedaan pendapat ini seolah-olah meliputi semua masalah, yang dapat menimbulkan perpecahan.

5)      Menghindari melontarkan pendapat yang menyebabkan tidak dapat dikomperomikan.

6)      Senantiasa menjaga ukuah Islamiyah dan rasa kesatuan dan persatuan.

f.       Kode Etik dalam hubungan mahasiswa dengan lingkungan kampus

1)      Memasuki kampus dengan niat beribadah kepada Allah untuk menuntut ilmu sebagai perintah Allah yang pertama dan paling utama.

2)      Menjaga kebersihan lingkungan kampus, tidak mencoret-coret tembok di luar maupun di dalam kamar mandi, hemat memakai air dan tidak merusak tamanan.

3)      Tidak membunyikan klakson atau mengeraskan bunyi mensin kendaraan di kampus dan menempatkan kendaraan di tempat parkir yang telah disediakan.

4)      Memperhatikan semua informasi akademik yang telah diumumkan ditempat-tempat pengumuman dan tidak merusak atau mencoret-coret pengumuman tersebut.

5)      Ikut serta menjaga dan membantu keamanan kampus dan bersama-sama dengan almamater ikut serta menciptakan kondisi yang diliputi oleh rasa damai, sejuk, nyaman dan indah.

6)      Dianjurkan untuk shalat berjamaah di masjid yang telah disediakan untuk mahasiswa.

7)      Menjaga ketertiban dan kerapian ruang kelas, ruang munaqasah, kantor dengan baik, tidak merusak papan tulis dan peralatan lainnya.

8)      Tidak duduk pada tempat yang tidak semestinya (seperti di atas pagar, tangga, jendela dan di atas meja).

9)      Apabila menggunakan kamar mandi, WC, tempat wudhu dan masjid, agar menjaga kebersihan, ketertiban dan kerapian lingkungan.

10)  Turut menjaga dan memelihara keberadaan taman, hiasan bunga di lingkungan kampus.

1.